Uji Organoleptik dan Uji Kimia Hard Candy Pisang Ambon (Musa Acuminata Candenvish Subgroub) dengan Penambahan Jeruk Lemon (Citrus Lemon L.)

Penulis

  • Eka Nenni Jairani Program Studi Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Institut Kesehatan Helvetia, Medan
  • Yulita Yulita Program Studi Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Institut Kesehatan Helvetia, Medan
  • Mulia Ikhsania Program Studi Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Institut Kesehatan Helvetia, Medan

DOI:

https://doi.org/10.58730/jnhs.v3i3.240

Kata Kunci:

Hard candy, Pisang Ambon, Jeruk Lemon

Abstrak

Pendahuluan; Hard candy atau permen keras adalah permen bertekstur keras dengan permukaan yang bening dan juga mengkilat. Hard candy adalah kudapan atau makanan ringan yang dibuat dari campuran gula dan terkadang ditambahkan bahan tambahan seperti buah-buahan atau bahkan rempah rempah yang bentuknya beraneka ragam. Tujuan; untuk mengetahui daya terima dan mutu kimia (kalium, vitamin c kadar air dan kadar abu) dari Hard candy pisang ambon dan jeruk lemon. Bahan dan Metode ; penelitian menggunakan eksperimen Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 2 pengulangan sehingga menghasilkan 8 rancangan percobaan. Pengujian daya terima dilakukan oleh 25 orang panelis agak terlatih. Pengujian mutu kimia dilakukan di Laboratorium Pengembangan Teknologi Kimia Industri Medan. Analisis data menggunakan Kruskal Wallis dan dilanjutkan uji Bonferroni. Hasil; penelitian menunjukkan F1 merupakan formulasi terbaik dengan nilai rata-rata uji hedonik 3,48 perbandingan pisang ambon dan jeruk lemon (50:50) dengan kategori agak suka. Kesimpulamn; Hasil uji mutu hedonik dengan nilai rata-rata 3,38 dengan kategori warna oren kecoklatan , aroma agak beraroma pisang dan jeruk, rasa sedikit manis dan sedikit asam, dan tekstur agak keras. Kandungan gizi F1 dalam 100 gram kalium 6,7417mg/100g, vitamin c 291,0204mg/100g, kadar air 0,8513%, kadar abu 11,6865%. Pada penelitian selanjutnya diharapkan untuk mengurangi suhu dan lama pemasakan Hard candy karena lamanya pemasakan dengan suhu tinggi akan meninggal after test pahit pada hard candy dan diharapkan pada penelitian selanjutnya membuat perbandingan pemberian sirup glukosa

Referensi

A. Ikhram and I. Chotimah, “Pemberdayaan Masyarakat Diversifikasi Pangan Masyarakat Melalui Inovasi Pangan Lokal Dari Singkong,” J. Pengabdi. pada Masy., vol. 6, no. 1, pp. 271–278, 2022.

C. Daniela, “Pengaruh Perbandingan Nenas dan Jahe serta Konsentrasi Gula terhadap Mutu Permen,” J. Ris. Teknol. Pangan Dan Has. Pertan., vol. 2, no. April, pp. 170–176, 2022, doi: 10.54367/retipa.v2i2.1897.

F. S. Pranata, “Potensi Aktivitas Antioksidan Ubi Jalar (Ipomoea Batatas L.) Ungu Dan Ekstrak Bunga Telang (Clitoria Ternatea L.) Dalam Pembuatan Permen Jeli,” Pas. Food Technol. J., vol. 8, no. 3, pp. 95–105, 2021, doi: 10.23969/pftj.v8i3.4615.

S. Dwiananta, B. Yudhistira, and R. Utami, “Karakteristik Hard Candy Minyak Atsiri Daun Kemangi (Ocimum Basilicum L.) Dengan Penambahan Ekstrak Daun Kersen (Muntingia calabura L.),” Agrointek J. Teknol. Ind. Pertan., vol. 16, no. 1, pp. 1–9, 2022, doi: 10.21107/agrointek.v16i1.11848.

M. Yulia, F. P. Azra, and R. Ranova, “Formulasi hard candy dari sari buah jeruk nipis(Citrus aurantifolio), madu (Mell depuratum) dan kayu manis (Cinnamomum burmanii) berdasarkan perbedaan sirup glukosa,” J. Ris. Kefarmasian Indones., vol. 4, no. 1, pp. 89–100, 2022, doi: 10.33759/jrki.v4i1.212.

M. Dame Y.A, E. Sartini B, and H. Setiado, “Identification of Morphological Characteristic of Banana (Musa spp.) in Deli Serdang District,” J. Agroekoteknologi, vol. 4, no. 1586, pp. 1911–1924, 2015.

E. S. Sihotang and B. Waluyo, “Keanekaragaman Tanaman Pisang (Musa spp) di kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara,” Agro Wiralodra, vol. 4, no. 2, pp. 36–41, 2021, doi: 10.31943/agrowiralodra.v4i2.66.

M. L. Sipayung, A. H. Sinaga, T. Nainggolan, and W. Lestari, “Analisis Nilai Tambah Pengolahan Pisang Cavendish (Musaa Cuminata) Menjadi Bolu Pisang (Studi Kasus PT. Trans Retail Indonesia, Medan Fair),” J. Agroplasma, vol. 8, no. 2, pp. 54–66, 2021, doi: 10.36987/agroplasma.v8i2.2222.

D. Rahmaniah Crisan, A. Rafiony, and J. R. Syah Purba, “Daya Terima Dan Kandungan Gizi Snack Bar Tepung Tempe Dan Tepung Pisang Ambon,” Pontianak Nutr. J., vol. 5, no. 1, pp. 191–200, 2022.

P. M. Sari, “Karakteristik fisik, kimia dan organoleptik kue bay berbasis tepung pisang Ambon,” Teknol. pangan, vol. 2, no. november, 2021.

F. D. Andina, C. Nirmasari, and W. Widayati, “Perbedaan Kadar Hb Sebelum Dan Sesudah Pemberian Pisang Ambon Pada Ibu Hamil Dengan Anemia,” Indones. J. Midwifery, vol. 1, no. 2, pp. 78–84, 2018, doi: 10.35473/ijm.v1i2.104.

T. Taslim, S. R, and M. T, “Kadar Kalium dalam buah Pisang Ambon,” J. Farm. Udayana, vol. 10, no. 1, p. 100, 2021, doi: 10.24843/jfu.2021.v10.i01.p12.

S. Manggabarani, R. R. Tanuwijaya, and A. H. Abriyani, “Formulasi Snack Bar Pisang Mas dengan Substitusi Daun Kelor terhadap Karakteristik Fisik dan Kandungan Gizi sebagai Pangan Fungsional Ibu Menyusui,” J. Nurs. Heal. Sci., vol. 3, no. 1, pp. 9–16, 2023.

M. P. Sari and A. S. Daulay, “Penentuan Kadar Vitamin C pada Minuman Bervitamin pada Berbagai Suhu Penyimpanan dengan Metode Spektrofotometri UV,” J. Heal. Med. Sci., vol. 1, no. 2, pp. 116–124, 2022.

M. Aburizal Bahri, B. Dwiloka, and B. Etza Setiani, “Perubahan Derajat Kecerahan, Kekenyalan, Vitamin C, Dan Sifat Organoleptik Pada Permen Jelly Sari Jeruk Lemon (Citrus limon),” J. Teknol. Pangan, vol. 4, no. 2, pp. 96–102, 2020.

S. Sefriantina, D. R. Purwaningtyas, and D. R. Dhanny, “Hubungan Tingkat Kecukupan Kalium, Kalsium, Magnesium, Tingkat Stres, Depresi dan Anxiety serta Kualitas Tidur dengan Tekanan Darah Pada Usia Dewasa Akhir di Sawangan Depok,” Muhammadiyah J. Geriatr., vol. 4, no. 1, p. 10, 2023, doi: 10.24853/mujg.4.1.10-22.

I. M. Arti1 and A. N. H. Manurung, “Pengaruh etilen apel dan daun mangga pada pematangan buah pisang kepok (Musa paradisiaca formatypica),” vol. 2, no. 5, pp. 458–465, 2020.

Uliyanti, “Analisa mutu organoleptik es krim dengan variasi penambahan pisang kepok,” Agrofood, vol. 2, no. 2, pp. 17–22, 2020, doi: 10.63848/agf.v02n2.3.

S. Manggabarani, W. Lestari, and H. Gea, “Karakteristik fisik dan kimia velva buah naga dan sayur wortel dengan penambahan labu kuning,” AcTion Aceh Nutr. J., vol. 4, no. 2, pp. 134–141, 2019, doi: 10.30867/action.v4i2.181.

A. Murni, “Pengaruh Penggunaan Gula yang Berbeda Terhadap Sifat Organoleptik dan Tingkat Kesukaan Selai Pisang Ambon,” J. Tata Boga, vol. 11, no. 2, pp. 22–33, 2022.

S. W. Pakaya, “Karakteristik kimia minuman isotonik berbahan baku air kelapa (Cocos Nucifera) dan ekstrak jeruk lemon (Citrus Limon),” vol. 3, 2021.

U. Rohmatul, “Komposisi Proksimat , Kandungan Kalsium dan Karakteristik Organoleptik Snack bar Pisang Raja dan Kacang Kedelai Sebagai Alternatif Makanan Selingan Balita from Banana and Soybean as Alternative Snack for Toddler,” vol. 37, pp. 162–170, 2020.

N. A. Sunarto, Hendrayati, “Daya Terima Dan Kandungan Serat Pangan Snack Bar ‘SANGTUL’ Sebagai Pangan Fungsional Sumber Prebiotik,” vol. XVIII, no. 2, pp. 219–228, 2023.

S. Supriyanto, M. Mojiono, and M. W. P. Dewi, “Efek Penambahan Ekstrak Jahe (Zingiber officinale Rosc.) Serta Rasio Glukosa dan Fruktosa Pada Sucrose-Free Hard Candy,” Rekayasa, vol. 16, no. 2, pp. 122–131, 2023, doi: 10.21107/rekayasa.v16i2.20158.

H. A. Nazila and N. U. Salwati, “Formulasi Dan Aktivitas Antioksidan Hard Candy Daun Gaharu Sebagai Produk Herbal Untuk Perokok Aktif Dan Pasif,” Media Ilm. Kesehat. Indones., vol. 1, no. 1, pp. 16–22, 2023, doi: 10.58184/miki.v1i1.60.

G. Prasetiyo, N. Lubis, and E. C. Junaedi, “Kandungan Kalium dan Natrium dalam Air Kelapa dari Tiga Varietas Sebagai Minuman Isotonik Alami,” vol. 3, no. 4, pp. 593–600, 2021.

H. P. Atmaja, Z. Setiyaningrum, Wardana, Agung Setya Mardiyati, and N. Athifah, “Karakteristik Produk Energy Chews Kulit Buah Semangka Dengan Penambahan Air Jeruk Lemon Product Characteristics of Energy Chews Watermelon Peel With the Addition of Lemon Juice,” J. Sagu, vol. 21, no. 1, pp. 29–37, 2022.

J. A. Alvarez and A. Ashraf, “Role of vitamin D in insulin secretion and insulin sensitivity for glucose homeostasis,” Int. J. Endocrinol., vol. 2010, 2010.

L. R. Alvita, V. Elsyana, and E. Kining, “Formulasi Permen Jelly Jeruk Kalamansi dengan Subtitusi Glukomanan Konjak,” J. Gizi dan Kuliner (Journal Nutr. Culinary), vol. 1, no. 2, p. 11, 2021, doi: 10.24114/jnc.v1i2.26863.

U. Khasanah, “Pengaruh Substitusi Jambu Biji Merah (Psidium Guajava L.) terhadap Kadar Vitamin C dan Mutu Organoleptik Permen Jelly Lidah Buaya (Aloevera),” Indones. J. Public Heal. Nutr., vol. 1, no. 1, pp. 36–42, 2022.

R. Azis and I. R. Akolo, “Karakteristik Mutu Kadar air , kadar abu dan Organoleptik pada Penyedap Rasa instan,” J. Agritech Sci., vol. 3, no. 2, pp. 60–77, 2019, doi: 10.30869/jasc.v3i2.396.

S. Fauziah1a and L. A. 1 1 , Noli Novidahlia1, “Karakteristik Kimia Dan Sensori Hard Candy Sari Kurma ( Phoenix,” vol. 3, pp. 9427–9442, 2024.

B. Naibaho, M. F. Hutajulu, and S. Pandiangan, “Pengaruh Perbandingan Sukrosa Dan Sirup Glukosa Serta Konsentrasi Sari Senduduk Bulu ( Clidemia Hirta L .) Terhadap Mutu Hard Candy Latar Belakang Permen merupakan salah satu produk pangan yang banyak digemari oleh masyarakat umum baik anak-anak maupun de,” J. Visi Eksakta, vol. 2, no. 1, pp. 31–50, 2021.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2024-06-27

Cara Mengutip

Jairani, E. N., Yulita, Y., & Ikhsania, M. (2024). Uji Organoleptik dan Uji Kimia Hard Candy Pisang Ambon (Musa Acuminata Candenvish Subgroub) dengan Penambahan Jeruk Lemon (Citrus Lemon L.). Journal of Nursing and Health Science, 3(3), 119–129. https://doi.org/10.58730/jnhs.v3i3.240

Terbitan

Bagian

Research Article