Hubungan Asupan Zat Besi, Asam Folat, dan Vitamin B Terhadap Kejadian Anemia
Keywords:
Anemia
Asupan Gizi
Asam Folat
Vitamin B
Zat Besi
Issue
Section
Research Article
Published
2025-11-12
Dimension badge
Latar belakang: Anemia merupakan masalah kesehatan global yang masih tinggi prevalensinya, terutama pada kelompok rentan seperti remaja putri dan ibu hamil. Kekurangan zat besi, asam folat, dan vitamin B kompleks merupakan faktor utama yang berkontribusi terhadap kejadian anemia.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan zat besi, asam folat, dan vitamin B dengan kejadian anemia.
Metode: Desain penelitian menggunakan pendekatan potong lintang (cross-sectional) dengan jumlah sampel 100 responden yang dipilih secara purposive. Data asupan zat gizi diperoleh melalui food recall 2×24 jam, sedangkan status anemia ditentukan berdasarkan kadar hemoglobin. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi p<0,05 serta perhitungan Odds Ratio (OR) untuk menentukan besarnya risiko.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara asupan zat besi (p=0,046; OR=2,04; CI 95%: 1,01–6,15) dengan kejadian anemia, sedangkan asupan asam folat dan vitamin B juga menunjukkan hubungan bermakna terhadap status anemia responden.
Kesimpulan: Kesimpulannya, kecukupan asupan zat besi, asam folat, dan vitamin B berperan penting dalam pencegahan anemia. Upaya peningkatan status gizi melalui edukasi dan intervensi gizi terpadu perlu dilakukan untuk menurunkan angka kejadian anemia di masyarakat.
Hubungan Asupan Zat Besi, Asam Folat, dan Vitamin B Terhadap Kejadian Anemia. (2025). Journal of Nursing and Health Science, 3(2), 46-52. https://doi.org/10.58730/jnhs.v3i2.215
Rani Rahmasari Tanuwijaya
Scopus ID: 58519076200
Download data is not yet available.
Copyright (c) 2024 Rani Rahmasari Tanuwijaya, Setyowati Erineta Hutabarat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
